12
Jan
13

Mbonceng Ngangkang ?

Akhirnya aku tergelitik juga nulis topik ini. Geli sih.. :D

Day 1 - Pantai Panjang, Bengkulu *Aku dan Cindy, ride di Bengkulu.
.
Aku adalah pecinta sepeda motor dan telah cukup banyak berjalan diatas kendaraan jenis itu mulai dari Aceh di ujung Sumatra, Jawa, Bali sampai Lombok dan juga berkeliling Malaysia. Cukup sering perjalananku dilakukan berboncengan dengan istriku. Mengingat aku tidak ahli dari sisi agama, aku cenderung melihatnya dari sisi yang lain. Secara prinsip, dari sisi safety, aku memang hanya akan membonceng penumpang motor jika mereka duduk mengangkang. Tentu, jika pembonceng menggunakan rok panjang, hal ini akan menyulitkan. Namun jika menggunakan celana (bukan rok), hal itu tidak masalah.
.

*Aku dan Cindy, ride di Bali.
.
Dibanyak daerah, hingga kepelosok-pelosok tanah air, sepeda motor adalah merupakan andalan alat transportasi utama. Baik Pria mau pun wanita, mengendarai dan menggunakannya sebagai alat transport utama yang penting bagi kehidupan mereka.
.
Photobucket
Photobucket
* Aku dan Cindy, ride ke Jogja
.
Bagi pengguna motor bebek atau scooter, posisi duduk pengendara masih bisa tidak mengangkang dan perempuan dapat menggunakan rok panjang karena type motor ini tidak menggunakan rangka yang membagi motor dalam dua sisi (kiri dan kanan). Namun jika menggunakan motor bebek, posisi kaki akan berada di sisi kiri dan kanan rangka depan yang walau tidak sangat tinggi, memerlukan pengendara untuk mengangkat roknya sedikit keatas agar dapat berfungsi dapam pengontrolan kendaraan (ada rem disisi kanan dan gigi/porsneling dididi kiri). Mengangkat rok sedikit” seperti ini mungkin sudah mulai dirasa kurang nyaman oleh beberapa orang (pengguna atau mungkin yang melihat). Namun demikian, tetap, dari sisi faktor safety, menggunakan rok panjang kecuali roknya cukup lebar, akan dapat berbahaya, karena pengendara motor, kadang harus menahan motor disisi kiri dan kanan agar seimbang dengan kedua kakinya agar tidak terjatuh; misalnya disaat berhenti atau akan naik dan mendirikan motor. Jika, rok panjangnya kurang kebar dan menghambat kakinya menyentuh tanah dengan baik, makan bisa jadi motor tidak akan seimbang dan dapat terjatuh.
.
Bagi pengguna motor sport (yg ada tankinya diantara pengedara dan stang) hal ini sudah jelas. Tidak mungkin menggunakan rok panjang sama sekali.
.
Jika pembonceng dilarang duduk ngangkang, seharusnya pengendara juga donk, karena esensinya sama saja.. Jika tidak, dimana logika berfikirnya pembuat paraturan jika duduk ‘ngangkang’ yang jadi pertimbangan. Jika safety dan kesopanan (saya sangat berharap tidak serta merta menggunakan kata ‘syariat’ sebagai dalil karena akan mendangkalkan agama yang universal untuk semua umat disepanjang zaman) yang menjadi pertimbangan, celana panjang mestinya kan bisa jadi jawaban (baik bagi pengendara maupun pembonceng). Tapi jika hal itu juga bermasalah berarti dapat diduga tak lama lagi akan ada peraturan yg melarang perempuan menggunakan celana panjang.
.
Dari sisi lain lagi, apapun yang yang kita buat (termasuk membuat aturan) adalah refleksi cara pikir dan kematangan berfikir itu sendiri. Sementara, kembali lagi ke diri saya sebagai pengguna sepeda motor, posisi saya jelas, saya tidak akan membonceng orang (lelaki atau perempuan) jika mereka tidak duduk ngangkang, dan menggunakan bahan celana yang rapat (tidak lebar, apa lagi berkibar) diujung kaki nya karena itu penting bagi pembonceng itu sendiri dan juga keseimbangan motor yang rodanya hanya dua. Saya pernah menyaksikan sendiri akibat kaki tertarik diputaran rantai dan sproket (gigi2 pemurat rantai) karena ada kain yang berlebih dan masuk kesana. Sangat berbahaya dan fatal akibatnya.
.
Kalau mau ride gaya sport gini emang gak bisa boncengan. Jadi gak usah dibahas.. Hahaha.. :D (No.23 adalah nomorku untuk di race)
Photobucket
Photobucket
.
So, selamat menikmati berkendara roda dua dengan safe… :)

About these ads

8 Responses to “Mbonceng Ngangkang ?”


  1. January 13, 2013 at 7:03 am

    halo om nugroho, lama saya tidak mampir kemari. Semoga dengan saya sering berkunjung bisa menyambung silaturahim, maklum om godaan facebook dan segala pernak pernik kehidupan, blog tidak keurus, baru tahun ini mau mulai lagi sedikit2.
    Kalo saya lihat kok yah yang buat peraturan itu sepertinya kurang kerjaan, toh masih banyak hal-hal yang mendasar yang harus dibenahi, bukan tema-tema “cere” seperti ini.

  2. 3 haryudh4
    January 13, 2013 at 1:05 pm

    Ya itulah akibatnya kalau si pembuatan Perda hanya memandang dari 1 sisi saja, dalam hal ini ‘adat’. Tapi gak coba mengkaji dari sisi lain, antara lain keselamatan berkendara. Dan kembali lagi ini masalah universal kebanyakan bangsa kita, yakni kurangnya knowledge dalam hal berkendara.

    Gitu sih menurut Saya :)

    Btw apa kabar Pak? Udah lama gak posting.

  3. 5 funboy
    January 23, 2013 at 1:06 am

    Mari kita hormatilah kalo ada yang meyakini sesuatu.. katanya demokrasi.
    Ingat disana itu daerah istimewa yang berusaha menegakkan syariat. Ini mau ngk mau tetap terkait pak Nug..
    Kalo selalu dilogika nanti semua keyakinan akan jadi liberal. Padahal menurut agama kami logika manusia itu tetap terbatas. Kalo selalu dilogika semua yang haram bisa jadi halal.

    Mari kita pahami dulu perdanya dg detail. Bukan hanya dapet dari TVone.

    Maaf pak, kebetulan saya pembaca setia anda. Semoga tidak menyinggung.

    • 6 Nug
      January 23, 2013 at 3:45 am

      Terima kasih masukannya Bro.

      Saya mengerti bahwa alasan munculnya regulasi itu adalah syariat dan saya juga beragama Islam. Namun memang saya bukan ahlinya dan karenanya tidak ingin melihat dari sisi itu. Dalam pembahasan ini saya hanya melihat dari dimensi yang berbeda tanpa mempertentangkan kewenangan daerah istimewa itu mengatur ke-khas-an daerah istimewanya. Dalam beberapa forum lain, pembahasan mengenai ‘syariat’ nya itu sendiri juga banyak dibahas panjang lebar dan dipertanyakan. Karena jika memang demikian dasar pemikirannya, bukankah esensinya perempuan disana dilarang menggunakan/mengendarai motor sport (yg ada tangkinya) dan juga motor bebek karena otomatis harus duduk mengangkang? Atau yang lebih esensi lagi, bukankah seharusnya justru yg dilarang adalah perempuan memboceng ojek karena bukan muhrimnya dan duduknya pasti berdempetan dan kadang kala harus bergesekan (misalnya saat penereman) ? Atau misalnya diluar dunia otomotif, melarang beroperasinya diskotik ditengah ibukota propinsi yang menjual minuman keras dan melanggengkan budaya yg tdk islami ?

      Tapi, sudahlah, saya tidak ingin membuka forum debat disini dan saya juga ingin menyampaikan tidak ada maksud tidak menghormati keyakinan seseorang dalam membuat tulisan ini. Saya pun beragama Islam dan boleh berbeda pendapat dan meyakini pendapat saya. Saya juga pernah beberapa kali riding di Aceh dan sangat menikmati keindahan alam diwilayah itu. Sangat disayangkan jika potensi daerah dan alam indah itu tidak dimanfaatkan oleh Pemda untuk mendorong perkembangan parawisata wilayah itu. Jadi saya setuju, kita saling menghormati pendapat dan keyakinan. Itu adalah cara yang baik. terima kasih untuk masukannya.

      Salam,

    • 7 Joko
      February 4, 2013 at 11:37 pm

      Iya, otak mesum memang logikanya sangat terbatas. Cuma bisa buat mikir selangkangan.
      Bulan kemarin saudaraku meninggal krn mbonceng nyamping. Pas kena lubang, dia jatuh dan dibelakangnya pas ada tronton. Memang di otak mesum, nyawa perempuan nggak ada harganya. Yg salah yg lihat, yg dibunuh yg dilihat.
      Berani nggak bikin aturan dilarang berotak mesum?

  4. 8 takin
    February 27, 2013 at 4:06 am

    mbonceng ngangkang atau tidak kan pada intinya melindungi kehormatan wanita yang mbonceng…hanya saja keselamatan wanita (NYAWA) yg mboceng juga perlu di lindungi…
    di tempat saya kerja mewajibkan wanita pake celana panjang…(tidak diperkenankan pake rok)…alasannya untuk mempermudah pada saat proses kerja….dan karena mayoritas karyawan wanita kami adalah biker…(pake bebek,matik, sport…tapi ga ada yang pake DUCATI..he3—-mahal bos— :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 256,643 hits
January 2013
M T W T F S S
« Sep   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 247 other followers

%d bloggers like this: